Comments Off

Tata Cara Pendaftaran CPNS 2013

Posted by | August 7, 2013 | Info

CPNS 2013

Tata Cara Pendaftaran CPNS 2013, Ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 untuk pelamar umum menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang berbasisonline. Dengan sistem digital itu, potensi pendaf­tar ganda dan melamar di lintas instansi cukup besar. Panitia berupaya mencegah kecurangan tadi dengan sejumlah cara.


Pelaksanaan tes rekrutmen CPNS baru dengan sistem CAT secara massal ini baru dijalankan pertama kali tahun ini. Sebelumnya hanya instansi tertentu yang menerapkan sistem CAT. Seperti rek­rutmen CPNS baru di instansi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepala Biro Hukum dan Humas (Karo Hukmas) Kementerian Penda­ya­gunaan Aparatur Negara dan Refor­masi Birokrasi (Kemen PAN-RB) M Imanud­din me­ngatakan, tantangan pelaksanaan tes CPNS baru dengan sistem CAT memang besar sekali. “Tetapi tingkat akuntabilitas dan kredibilitasnya bisa dijaga,” kata dia kemarin.
Di antara keunggulan tes dengan sistem CAT ini adalah, peserta bisa langsung mengetahui hasil tes kompe­tensi dasar (TKD) ketika selesai menger­jakan soal ujian.
Jika nilai yang dia dapat melebihi ambang batas atau passing grade, potensi diterima menjadi abdi ne­geri semakin besar. Peserta dengan nilai ujian TKD tinggi, berhak maju lagi ke tes kompetensi bidang (TKB).
Imanuddin menuturkan, ujian dengan sistem online ini memang me­miliki potensi kecurangan pe­serta yang harus secepatnya dian­tisipasi. Seperti adanya pelamar ganda. Skenario pelamar ganda ini adalah, pelamar yang tidak lulus di ujian yang resmi akan menyerobot mengikuti ujian lagi di instansi lain dan waktu berbeda.
“Kami menerapkan sistem kea­manan berlapis. Supaya tidak ada yang mendaftar ganda satu instansi atau di banyak instansi,” kata dia. Intinya peserta ujian hanya boleh melamar menggunakan satu akun dan di satu instansi saja.
Di antara sistem keamanan yang bakal diterapkan adalah keterangan foto dan tanda tangan peserta ujian. Dua tanda identitas itu akan disimpan di pusat data panitia, sehingga sudah tidak bisa dipakai untuk berkali-kali oleh pelamar nakal.
“Disamping foto dan tanda ta­ngan, panitia juga menggunakan data-data unik. Misalnya sidik jari,” ujar Imanud­din. Data sidik jari pelamar ini diambil dari lembar ijazah yang sebelumnya sudah di-uploadpelamar ke server CAT. Dengan sejumlah identitas pri­badi tadi, Imanuddin mengatakan po­ten­si ada pelamar curang bisa ditekan. Jika ada pelamar yang keta­huan men­daftar ganda, akan langsung di­coret dan kepesertaannya digu­gurkan.
Imanuddin menegaskan, dalam sistem ujian CAT ini pelamar hanya bisa ikut sekali ujian. Hanya saja dengan sistem ini, pelaksanaan ujian dijalankan berkali-kali dalam sejum­lah gelombang. Misalnya dalam sehari dijalankan ujian sebanyak tiga gelombang dan setiap gelombang terdiri dari 30 sampai 50 peserta ujian. “Jika sehari bisa sampai empat gelombang, berarti sepekan (enam hari) bisa 24 gelombang,” kata dia.
Imanuddin belum mendapatkan informasi instansi pusat mana saja yang sudah pasti menjalankan ujian dengan sistem CAT. Dia menga­takan, sampai saat ini masih kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat dan regional yang siap menja­lankan ujian dengan sistem CAT.
Jika ada instansi yang belum siap dengan sistem CAT, ujian CPNS baru untuk pelamar umum dija­lankan secara konvensional dengan sistem lembar jawaban komputer (LJK). “Meskipun dikombinasi dengan LJK, prinsip Kemen PAN-RB ujian CPNS 2013 pelamar umum wajib sistem CAT,” pungkasnya.
Kuota besar CPNS baru untuk pelamar umum sebanyak 60 ribu kursi. Rinciannya adalah 40 ribu kursi untuk instansi daerah dan 20 kursi untuk instansi pusat (kemen­terian/lembaga). Jumlah ini berpe­luang bertambah, karena Kemen PAN-RB mengusulkan penambahan kuota baru ke Kementerian Keua­ngan (Kemenkeu).

399 total views, 1 today